Kenapa Arus Kas LPPF Lebih Besar Dari Pendapatan? Ini Sebabnya!

Kenapa Arus Kas LPPF Lebih Besar Dari Pendapatan? Ini Sebabnya!

Laporan keuangan mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Misalnya kita dapat membandingkan seberapa besar penerimaan dari pelanggan (arus kas) dengan pendapatan perusahaan (laba rugi). Dan dalam artikel ini kita akan membahas emiten LPPF yang memiliki perbedaan besar pada kedua pos tersebut.

Data keuangan LPPF 

Seperti pada tabel diatas, bisa dilihat kalau uang yang diterima oleh perusahaan setiap tahunnya mencapai 2x lipat dibandingkan pendapatan yang tercatat. Umumnya hal yang mempengaruhi penerimaan pelanggan adalah pembayaran piutang dan metode pengakuan pendapatan oleh PSAK yang berlaku pada tahun tersebut.

Data keuangan LPPF 

Namun piutang usaha yang dimiliki tergolong sangat kecil karena model bisnis dari LPPF yang menjual baju dimana mayoritas pelanggan akan membayar secara kas ataupun menggunakan kartu kredit yang juga akan dibayarkan oleh bank tersebut lebih dahulu. Jadi hal yang tersisa adalah metode pengakuan pendapatan perusahaan berdasarkan PSAK.

Pendapatan LPPF sendiri terbagi atas 3 yaitu, eceran, konsinyasi, dan jasa. Pendapatan konsinyasi lah yang menyebabkan terjadinya perbedaan yang signifikan tersebut dengan penerimaan pelanggan. Konsinyasi adalah kerjasama penjualan dimana satu pihak menitipkan barangnya untuk dijualkan oleh pihak lainnya. Sehingga pada pendapatan yang tercatat pada laba rugi hanyalah bagian dari perusahaan sedangkan yang tercatat pada arus kas adalah seluruh uang yang diterima dan juga akan diteruskan kepada partner perusahaan tersebut.

Laporan keuangan LPPF Q4 2021

Beban Konsinyasi pun merupakan komponen yang dilewatkan oleh laba rugi namun dicatat oleh arus kas. Walau memang jumlahnya tidak akan sama persis karena beberapa hal lainnya. Lihat tabel dibawah.

Data keuangan LPPF diolah

Melalui beban konsinyasi pun kita dapat mengetahui seberapa besar yang diterima oleh perusahaan ketika konsumen membeli produknya. Sebagai contoh, misalkan kita membeli baju di Matahari yang ternyata merupakan konsinyasi dari pihak lain seharga Rp 200.000. Maka dengan margin 30% seperti pada tabel diatas, perusahaan hanya akan mencatatkan Rp 60.000 sebagai pendapatan. Tetapi jumlah penerimaan kas dari pelanggan pada arus kas tetaplah akan bernominal Rp 200.000 sesuai yang diterima oleh perusahaan saat menjalankan bisnis mereka.